Jumat, 13 Oktober 2017

Konsep Safety dan Manajemen Risiko dalam Akreditasi PUSKESMAS



Konsep Safety dan Manajemen Risiko dalam Akreditasi PUSKESMAS dan FKTP (cara menentukan prioritas pelayanan klinis yg paling beresiko)
Manajemen Risiko
Salah satu upaya untuk menurunkan KTD adalah dengan menerapkan manajemen risiko. Risiko adalah kerugian yang mungkin terjadi pada suatu waktu atau kegiatan. Manajemen risiko dapat didefinisikan sebagai proses mengenal, mengevaluasi, mengendalikan, meminimalkan risiko dalam suatu organisasi secara menyeluruh.
Manajemen risiko efektif untuk mengidentifikasi pemicu-pemicu terjadinya KTD, dan apabila manajemen dapat merespon/menindaklanjuti secara tepat waktu maka angka KTD akan dapat diturunkan secara signifikan.
Kita sebelumnya harus membedakan dulu antara Risk dengan Hazard. Risiko adalah kejadian yang tidak diharapkan yang mungkinterjadi pada suatu waktu atau suatu kegiatan. Sedangkan hazard adalah Sesutu yang bisa menimbulkan kerugian atau korban. Sesuatu yang terpapar hazard akan menimbulkan risiko.
Apabila kita merujuk pada multi causal theory dengan menggunakan Swiss Cheese diagram (Reason, 1991) maka trigger atau pemicu terjadinya KTD adalah lack of procedures, punitive policies, mixed message, production pressures, sporadic training, clumsy technology, zero fault tolerance, attention distraction, deferred maintenance. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk menangkal pemicu-pemicu tersebut adalah kebijakan dan prosedur, profesionalisme, team, invididual, lingkungan dan equipment.
Secara umum risiko-risiko tersebut dapat digolongkan menurut proses sebagai berikut:
  1. Risiko pada saat akses ke faskes (misalnya kegagalan melakukan akses, keterlambatan akses, salah menuju/memilih tempat pelayanan)
  2. Risiko pada saat pendaftaran (kekeliruan identitas rekam medis, rekam medis tidak ditemukan, kartu identitas tertukar, rekam medis tertukar)
  3. Risiko pada saat pengkajian dan penyusunan rencana asuhan (salah baca hasil pemeriksaan penunjang, salah intepretasi hasil, salah menyusun rencana terapi)
  4. Risiko pada pelaksanaan (tidak sesuai rencana, kesalahan tindakan, kesalahan diit, kesalahan penulisan resep, kesalahan penyediaan obat, pelayanan tidak hygienis, tidak melakukan monitoring)
  5. Risiko pada saat evaluasi dan tindak lanjut
  6. Risiko pada saat kembali ke rumah/masyarakat
Risiko juga bisa dibagi kedalam sumber-sumbernya :
  1. Patient care related risks
  2. Clinical staff related riks
  3. Non clinical staff related risks
  4. Facility related risks
  5. Financial risks
  6. Other risks
Langkah awal yang harus kita lakukan adalah risk analysis yaitu kegiatan menentukan estimasi risiko secara kuantitatif dan kualitatif. Proses mengenali hazard yang mungkin terjadi dan potensi kegawatan dari hazard tersebut. Lingkup dari analisis risiko
  1. Apa yang bisa terjadi?
  2. Kapan itu bisa terjadi
  3. Faktor-faktor apa yang terkait dengan kejadian tersebut
Proses manajemen risiko ada beberapa langkah
  1. Inisiasi – mementukan ruang lingkup manajemen risiko
  2. Identifikasi risiko
    1. Risk identification
Apa yang mungkin salah
  1. Risk analysis
  • Apa kemungkinan terjadi (likelihood/probability)
  • Apa dampaknya (consequences/severity)
    1. Risk evaluation
Berapa tingkat risiko apa ada faktor-faktor yang memitigasi?
  1. Pengendalian risiko
    1. Risk reduction
    2. Risk acceptance
  2. Output
  3. Review
  4. Risk Management Tools
  5. Risk Documentation
Teknik untuk analisa risiko ada tiga yaitu:
  1. Severity Assessment
  2. RCA (root caused analysis)
  3. FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)

Severity Assessment
Severity assessment menentukan tingakt keparahan risiko, variable yang digunakan untuk menilai keparahan adalah dampak risiko dan probabilitas.
Kemungkinan atau probabilitas dibagi menjadi 5 tingkatan, yaitu
  1. Frequent (sangat sering terjadi, tiap minggu/bulan)
  2. Probable (sering terjadi , beberapa kali/tahun)
  3. Possible (mungkin terjadi, 1 sd 2 kali setahun
  4. Unlikely (jarang terjadi , 2 sd 5 tahun sekali)
  5. Rare (sangat jarang terjadi (> 5 tahun/kali)
Dampak dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu
  1. Extreme
  2. Major
  3. Moderate
  4. Minor
  5. Minimal
Kedua hal tersbut kalau dikombinasikan akan menghasilkan tingkatan keparahan yang dibagi menjadi 4 yaitu
  1. Extreme risk
  2. High risk
  3. Moderate risk
  4. Low risk
Berikut ini adalah table yang menggambarkan tingkat risiko dan contohnya

Tingkat Risiko
Deskripsi
Dampak
1
Minimal
Tidak ada cedera
2
Minor
Cedera Ringan misalnya luka lecet, dapat diatasi dengan P3K
3
Moderat
·      Cedera sedang, missal: luka robek
·      Berkurangnya fungsi motoric/sensorik/psikologis atau intelektual (reversible, tidak berhubungan dengan penyakit
·      Setiap kasus yang memperpanjang perawatan
4
Mayor
·      Cedera luas/berat, missal: catat, lumpuh
·      Kehilangan fungsi / sensorik/psikologi atau intelektual (ireversibel), tidak berhubungan dengan penyakit
5
Extreme
Kematian yang tidak berhubungan dengan penyakit

Matrik risiko gabungan yaitu perkalian dampak dan probability akan terlihat seperti matriks berikut ini:

                         Dampak
Probabilitas
Tak Significant
1
MINOR
2
Moderat
3
Mayor
4
Katatrospik
5
Sangat sering terjadi
(Tiap minggu/bulan)
5
Moderat
Moderat
Tinggi
Ekstrim
Ekstrim
Sering terjadi
(bbrp kali/tahun)
4
Moderat
Moderat
Tinggi
Ekstrim
Ekstrim
Mungkin terjadi
(1 – < 2 tahun/kali)
3
Rendah
Moderat
Tinggi
Ekstrim
Ekstrim
Jarang terjadi
(> 2 – < 5 th/kali)
2
Rendah
Rendah
Moderat
Tinggi
Ekstrim
Sangat jarang terjadi
( > 5 thn/Kali)
1
Rendah
Rendah
Moderat
Tinggi
Ekstrim





Berdasarkan tingkatan risiko tersebtu akan diambil tindak lanjut, seperti yang terlihat dibawah ini:

LEVEL/BANDS
TINDAKAN
EKSTREM
(SANGAT TINGGI)
Risiko ekstrem, dilakukan RCA paling lama 45 hari, membutuhkan tindakan segera, perhatian sampai ke Direktur RS
HIGH
(TINGGI)
Risiko tinggi, dilakukan RCA paling lama 45 hari, kaji dng detail & perlu tindakan segera, serta membutuhkan tindakan top manajemen
MODERATE
(SEDANG)
Risiko sedang dilakukan investigasi sederhana paling lama 2 minggu. Manajer/pimpinan klinis sebaiknnya menilai dampak terhadap bahaya & kelola risiko
LOW
(RENDAH)
Risiko rendah dilakukan investigasi sederhana paling lama 1 minggu diselesaikan dng prosedur rutin


Kamis, 12 Oktober 2017

AKREDITASI ITU EASY




AKREDITASI ITU EASY

AKREDITASI ITU SEBENARNYA TIDAK PERLU NGLEMBUR,TIDAK PERLU PUSING DAN TIDAK PERLU MAHAL.AKAN TETAPI SISTIM YANG MEMBUAT AKREDITASI MENJADI MAHAL.TIDAK MENARIK DAN PERLU PULANG SORE.

MAKANYA KALO MENJADI PENDAMPING DKK HARUS PUNYA PASSION.BISA MENYAMPAIKAN YANG SULIT MENJADI MUDAH JANGAN SEBALIKNYA

DISINI ADA ALTERNATIF MEMAHAMI SISTIM AKREDITASI YANG BISA MEMBANTU TEMAN PUSKESMAS DALAM BERPROSES JADI DISAMPING PROSES BERJALAN DAN YANG PASTI DOKUMEN SEMAKIN LENGKAP

PAKAILAH ATM(AMATI.TIRU.MODIFIKAS)
PAKAILAH VISUAL PERSEPSI (CONTOH YANG BISA DI EDIT)
PAKAILAH PRINSIP EKONOMI (BERBIAYA MURAH DAN MUDAH)




Kalo mo MUDAH DAN lengkap sangat terjangkau untuk puskesmas hanya  Rp 250.000 per BAB.(kenapa ….karena kami harus investasi konsultan dg biaya riilnya dan kami ingin berbagi ,harap maklum,)

INI ADALAH FORMAT AKREDITASI PUSKESMAS TERBARU SEHINGGA SANGAT MEMBANTU KAWAN,SEMANGAT SALAM SUKSES
SILAKAN MENCOBA ,KAMI PRAKTISI DI PUSKESMAS SEPERTI ANDA
Hp ifan Mkes 0821 3760 6464
Rek bni 044 783 1095

Kamis, 03 Agustus 2017

AKREDITASI IS LIKE HOME



AKREDITASI ITU SEPERTI RUMAH



Kebingungan teman teman Puskesmas dalam mengerjakan akreditasi adalah pertanyaan dari mana seharusnya akreditasi harus saya mulai.Akreditasi itu seperti rumah ,disitu kita akan menjumpai banyak pintu,mulai dari pintu utama sampai dengan lubang angin angin.sebaiknya kita harus memasuki akreditasi itu dari pintu utama,bukan tiba tiba bingung buat sop,susah mengerjakan SK,bingung membuat pedoman,panduan ,KAK dan sistimatika penomoran dll.Kenapa ini selalu terjadi……..
Yang dimaksud pintu utama itu adalah selesaikan Pedoman Mutu dan Pedoman penyusunan dokumen akreditasi……
Termasuk cara proses membuat dokumen itu
Mudah kan setelah itu baru mengerjakan dokumen yang lain Karena disinilah arah akreditasi itu ,kemana target target yg akan kita capai seperti indicator kinerja puskesmas (UKM dan UKP),indikator mutu puskesmas (bab 3,6,9),indikator keselamatan pasien (bab 9),Di pedoman penyusunan dokumen akreditasi itu terdapat definisi dan sistimatika semua dokumen akreditasi yg tersebut diatas sehingga kalau ada pertanyaan tentang dokumen akreditasi tinggal membuka buku pedoman penyusunan dokumen akreditasi
tetapi di lapangan jarang pendamping dinas kesehatan kabupaten yang menerangkan seperti ini padahal DKK adalah pendamping terdekat di puskesmas ……yah itulah kelemahan sistim
Tapi kita puskesmas harus tetap semangat dalam akreditasi
Puskesmas harus selalu berkembang dengan diskusi
Semoga sukses
So ini salah satu solusi smart untuk membantu teman2 di puskesmas

Kalo mo lengkap sangat terjangkau untuk puskesmas hanya  Rp 250.000 per BAB.(kenapa ….karena kami harus investasi konsultan dg biaya riilnya dan kami ingin berbagi ,harap maklum,)
INI ADALAH FORMAT AKREDITASI PUSKESMAS TERBARU SEHINGGA SANGAT MEMBANTU KAWAN,SEMANGAT SALAM SUKSES
SILAKAN MENCOBA ,KAMI PRAKTISI DI PUSKESMAS SEPERTI ANDA
Hp ifan Mkes 0821 3760 6464
Rek bni 044 783 1095

AKREDITASI PUSKESMAS TERBARU

  KEBAKARAN Kami menyediakan dokumen reakreditasi Puskesmas  5 BAB 2023  TERAKREDITASI PARIPURNA IFAN 0821 3760 6464